Segera kurapikan semua benda di meja kerjaku. Kertas-kertas yang tak diperlukan segera kulempar ke tempat sampah. Tak lupa, kumasukkan flashdisk gendut berbadan karet, ke kantong depan tasku. Menyusul sebuah telepon seluler, masuk ke sebuah kantung rahasia di dalam tasku. Segera Ku bergegas turun dari kantor yang ada di lantai tujuh ini. Tak terasa, sudah hampir setahun Aku berkerja di tempat ini, sebagai staf bagian pendidikan, di sebuah universitas negeri dengan 12 fakultas di dalamnya. Pekerjaan yang tak pernah kurencanakan atau kubayangkan sebelumnya.
Siang ini, aku berencana kembali ke fakultas, yang masih sering kukunjungi walau hampir enam bulan sudah lulus dari sana.
“Sekalian makan siang bersama teman-teman” pikirku
Ku beranjak dari tempat duduk sambil mematikan komputer yang telah 4 jam lebih tak henti dipakai.
“Tak ada lagi yang ketinggalan? sepertinya sudah semua.” sambil memeriksa seksama sekeliling area kerjaku.
Bergegas aku menuju lift, sambil mulai menahan rasa lapar. Kutunggu lift dengan sabar dan mencoba tak mengacuhkan lapar yang tak bisa menunggu. Pintu lift terbuka, dan huruf B menjadi tujuanku. Ada tiga orang yang turun bersama, satu Aku kenal dan dua lainnya entah siapa.
“Mau pulang?” sapaku kepada seorang itu.
“Iya.”
“Sendiri saja?”
“Nanti ada teman yang mau bareng.”
Sebuah pembicaraan yang agak usang terjadi antara kami.
Sesampainya di lantai yang dituju, melangkahlah aku menuju pintu keluar, bersama seorang tersebut. Ia menuju parkiran motor, Aku menuju arah lain.
“Duluan ya” katanya.
“Oke, sampai bertemu.”
Aku mulai berjalan mengikuti rencana. Fakultasku berjarak kurang lebih 500 meter dari sini, melalui sebuah jalan setapak berbatu, melewati pepohonan rindang serta beberapa fakultas lain. Ketika perjalanan, “Sepertinya ada yang aneh ya? Tapi apa, aku tak bisa menjelaskannya.”
Perasaanku menjadi tidak enak karena ini. Aku berpikir keras, tapi tak bisa temukan jawaban.
“Ya sudahlah.” Aku menyerah saja pada rasa penasaran itu.
Setengah jalan lebih sudah kutempuh. Kulihat-lihat sekitar, ada sebuah rental pengetikan, ada kantin dengan beragam makanannya, ada mahasiswi dan mahasiswa, ada mobil dan motor diparkir. Di saat itulah muncul sekelebat pikiran!
“Ya ampun! Hari ini aku pergi kerja dengan mengendarai motor! kenapa sekarang aku sedang berjalan?”
Sambil tersenyum kegelian sendiri, ku kembali untuk menjemput motor yang kulupakan, lalu menebusnya dengan kartu parkir plus uang seribu rupiah, kemudian meluncur ke tujuan, sambil menikmati udara dan kebodohan diri.
24 maret 2007


huahahhaha…. sejak saat ini ada 2 orang jemoon markoon yang gw kenal.. yang secara oonnyameninggalkan kendaraan yang dipakai… buset.. mau jadi apa lo? untung tu kuping nempel coba klo gak.. ketinggalan juga kali!!!
By: qoni_lucu on October 8, 2007
at 6:10 am
gila. temen lo dan temen gw gak beda jauh yah mbak. oon juga. dalam hal yang sama lagi. cuma temen lo lebih pinter dikit mbak. soalnya belum nyampe rumah dan belum sempet joget2 dulu dirumah. hahaha
salam kenal. adeknya yg diatas nieh
By: fikri Anggara Putra on October 8, 2007
at 9:24 am
@ Qoni_lucu & Fikri Anggara Putra
Terima kasih, Saya anggap sebagai pujian hahaha
By: toso on October 13, 2007
at 2:00 pm