Posted by: toso | December 23, 2007

derita penjajah kita

Tiga ratus lima puluh tahun bangsa kita dijajah oleh bangsa Belanda. Dua abad lebih VOC mengambil kekayaan alam Indonesia. Mungkin dua generasi lebih penduduk lokal, telah merasakan penderitaan berada di bawah kendali Belanda.

Namun, ternyata tak hanya bangsa kita yang menderita lho. Orang-orang Belanda yang tinggal di Batavia pada abad 17 pun mengalami penderitaan juga.

Hidup mereka penuh dengan cobaan yang tidak nyaman dan tak henti. Tubuh mereka sangat rentan terhadap penyaki-penyakit tropis, seperti malaria, kolera dan demam berdarah dengue. Selain itu mereka juga takut pada udara, yang dicurigai membawa kuman-kuman penyakit. Ditambah lagi, saat sarapan pagi, mereka harus menutup jendela dan pintu rapat-rapat untuk mencegah masuknya bau busuk yang berhembus dari arah pantai. Tahu sebabnya? Karena orang-orang lokal seringkali buang air besar di pantai. Belum lagi, pintu dan jendela itu harus kembali ditutup kembali di sore hari untuk menghindari nyamuk yang bakal menyerang!

Dan satu lagi, bagaimana jika mereka merasa kangen dengan kampung halaman mereka yang berada nun jauh disana? Tentu itu menjadi penderitaan juga bagi mereka. Sampai-sampai mereka membuat Amsterdam-Leiden-Delft-Utrecht mini di Batavia; dengan mendirikan bangunan berpekarangan yang dibentengi dan dilengkapi menara-menara meriam, pecinan, sederet gedung, sekolah kecil lengkap dengan teras, jalan-jalan, selokan-selokan, dan tak lupa kedai minum.

*Ckckck, ternyata oh ternyata*

Sumber Pustaka
Winchester, Simon. Krakatau; Ketika Dunia Meledak, 27 Agustus 1883. 2006. Jakarta : Serambi.


Leave a response

Your response:

Categories