Posted by: toso | January 2, 2008

banjir cemoohan di jakarta

Sore ini, dalam kurun waktu 30 menit menonton televisi, kutemukan 2 hal yang menggangguku.

Pertama. Tak sengaja kulihat siaran berita di Lativi. Isinya, apalagi kalau bukan cerita tentang banjir di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Namun bukan isi beritanya yang mengganggu.

Begini, siarang langsung dari lapangan, disampaikan oleh reporter wanita bernama Paramitha Soemantri. Anda tahu? [kita sebut saja reporternya dengan panggilan] Mitha menyampaikan berita benar-benar langsung dari lokasi banjir; secara harafiah berada di genangan banjir. Dan tak tanggung-tanggung. Banjir yang dihadapi, menggenangi badannya hingga hampir seleher!

Gila saja kupikir!

Bayangkan saja; Mitha yang terlihat menggunakan kemeja warna putih, berada di selorong gang kecil, kira-kira semeter lebarnya, dengan sisi kanan dan kirinya, padat dengan rumah. Di sekeliling tubuhnya, sampah terlihat tergenang di beberapa tempat. Ada kayu, plastik, dedaunan dsb yang berlewatan diatas permukaan air berwarna cokelat.

Tangan kanannya menggenggam mikrofon yang ia usahakan untuk tidak terkena air. Di tangan kirinya, beberapa carik kertas naskah yang harus ia bacakan. Saat menyampaikan isi kertas itu, iapun terlihat agak kewalahan, karena harus membaca sambil mengangkat tangan kanannya yang memegang mikrofon, dan [mungkin] sambil terus membatin “kenapa aku mau-maunya ada di sini?”.

Duh, kupikir, “kejam sekali siapapun yang memintanya melakukan reportase di lokasi itu.”

Kedua. Setelah itu, selepas beberapa kali berpindah saluran, kutemukan acara Supermama; ajang menyanyi para selebritis dengan ditemani mama mereka.

Terlepas dari suara-suara fals dari pesertanya, ada 1 hal lagi yang lebih mengganggu.

Acara Supermama itu dipandu oleh Eko Patrio dan dimeriahkan oleh 3 orang komentator, juga dari kalangan selebriti. Sekarang ini tiba saatnya Eko memperkenalkan ketiganya. Nah, ketika giliran Ulfa Dwiyanti diperkenalkan, Eko berlagak menjadi orang yang rabun.

[percakapan ini ditulis seingatnya, namun kira-kira begini isinya]

“Inilah dia komentator kita, Mpok Ati!”
Terang, Ulfa marah-marah.
Penonton pun tertawa.
Eko lalu meminta maaf, untuk kemudian memperkenalkan Ulfa lagi.

“Inilah dia, Omas!”
Ulfa kembali menekuk wajahnya, tanda tak senang.
Penonton kembali terbahak.
“Cakepan dikit napa;” katanya.
“Oh iya, rabun nih mata gw,” seraya kembali minta maaf pada Ulfa.
“iya nih, ini bukan Omas. Ini lebih cakepan,” tambahnya lagi.

“Perkenalkan, inilah Lelasari!”

Dowgh! Geleng-geleng aku jadinya, karena tingkah kedua orang ini!


Responses

  1. Hal mengganggu yg pertama, gw dong..
    Tapi illustrasi yang kedua sangat implisit yah….
    Hub.nya dengan tulisan gw?

  2. Hubungannya sih, cm di acara tipinya aj, dimana oknum yg terlibat, ya seputar itu juga :p

  3. Kalau lo merasa acara itu mulai menyebalkan,
    mungkin hubungannya dengan tulisan gw semakin kuat. Hehehe.
    Gw sedang menyusun tulisan ttg acara tersebut loh.
    Tunggu ya…

  4. yeah,, kesian banget emang tuh reporter… tapi “lebih kesian lagi” sampah2 yg masuk ke lorong itu dan terhalang si reporter.

    Kalo kualitas acara tv indo jaman sekarang [termasuk kualitas MC-nya] mah nggak usah dibahas lah… ngabis2in energi… bikin bete soalnya… he… mending buat merhatiin yang lain… siapa tau ada girl looks like mariah carey di deket lo n lo masih ga notice, huahahahaha

  5. Sapa sapa? Mariah Carey ituh? Mau mau :D


Leave a response

Your response:

Categories