<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>ceritasaja</title>
	<atom:link href="http://ceritasaja.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ceritasaja.wordpress.com</link>
	<description>ini, itu, anu dan apapun</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Mar 2008 13:31:10 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ceritasaja.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/92fbd4d1a701dda95b9d4c268c37cf09?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>ceritasaja</title>
		<link>http://ceritasaja.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>seperti apa presiden tahun 2009?</title>
		<link>http://ceritasaja.wordpress.com/2008/03/15/seperti-apa-presiden-tahun-2009/</link>
		<comments>http://ceritasaja.wordpress.com/2008/03/15/seperti-apa-presiden-tahun-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Mar 2008 13:31:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>toso</dc:creator>
				<category><![CDATA[seriusan ni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritasaja.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Teman-teman semua, saya numpang bertanya ya: ingin presiden yang terpilih tahun 2009 nanti, seperti apa?
Terima kasih
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritasaja.wordpress.com&blog=1854653&post=25&subd=ceritasaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Teman-teman semua, saya numpang bertanya ya: ingin presiden yang terpilih tahun 2009 nanti, seperti apa?</p>
<p>Terima kasih</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritasaja.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritasaja.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritasaja.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritasaja.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritasaja.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritasaja.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritasaja.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritasaja.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritasaja.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritasaja.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritasaja.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritasaja.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritasaja.wordpress.com&blog=1854653&post=25&subd=ceritasaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritasaja.wordpress.com/2008/03/15/seperti-apa-presiden-tahun-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86589742553feb327b998a30cb133c3d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">toso</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>para biduanita</title>
		<link>http://ceritasaja.wordpress.com/2008/01/02/para-biduanita/</link>
		<comments>http://ceritasaja.wordpress.com/2008/01/02/para-biduanita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jan 2008 15:23:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>toso</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah keseharian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritasaja.wordpress.com/2008/01/02/para-biduanita/</guid>
		<description><![CDATA[Baru saja selesai mendengarkan lagu &#8220;O Holy Night&#8221; yang dinyanyikan oleh Jewel dan Mariah carey. Baru saja aku meninggalkan alam nyata dan berkelana menikmati nada-nada nan indahnya.
Sekarang pun,walau lagunya telah selesai diputar, masih tersisa desir-desir suara indah wanita-wanita tersebut. Membuatku semakin ingin bersanding sedang seorang perempuan bersuara aduhai.
*hehehehehe ada yang mau daftar?
    [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritasaja.wordpress.com&blog=1854653&post=24&subd=ceritasaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Baru saja selesai mendengarkan lagu &#8220;O Holy Night&#8221; yang dinyanyikan oleh Jewel dan Mariah carey. Baru saja aku meninggalkan alam nyata dan berkelana menikmati nada-nada nan indahnya.</p>
<p>Sekarang pun,walau lagunya telah selesai diputar, masih tersisa desir-desir suara indah wanita-wanita tersebut. Membuatku semakin ingin bersanding sedang seorang perempuan bersuara aduhai.</p>
<p>*hehehehehe ada yang mau daftar?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritasaja.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritasaja.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritasaja.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritasaja.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritasaja.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritasaja.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritasaja.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritasaja.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritasaja.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritasaja.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritasaja.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritasaja.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritasaja.wordpress.com&blog=1854653&post=24&subd=ceritasaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritasaja.wordpress.com/2008/01/02/para-biduanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86589742553feb327b998a30cb133c3d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">toso</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>banjir cemoohan di jakarta</title>
		<link>http://ceritasaja.wordpress.com/2008/01/02/banjir-cemoohan-di-jakarta/</link>
		<comments>http://ceritasaja.wordpress.com/2008/01/02/banjir-cemoohan-di-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jan 2008 14:33:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>toso</dc:creator>
				<category><![CDATA[seriusan ni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritasaja.wordpress.com/2008/01/02/banjir-cemoohan-di-jakarta/</guid>
		<description><![CDATA[Sore ini, dalam kurun waktu 30 menit menonton televisi, kutemukan 2 hal yang menggangguku.
Pertama. Tak sengaja kulihat siaran berita di Lativi. Isinya, apalagi kalau  bukan cerita tentang banjir di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur.
Namun bukan isi beritanya yang mengganggu.
Begini, siarang langsung dari lapangan, disampaikan oleh reporter wanita bernama Paramitha Soemantri. Anda tahu? [kita sebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritasaja.wordpress.com&blog=1854653&post=23&subd=ceritasaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sore ini, dalam kurun waktu 30 menit menonton televisi, kutemukan 2 hal yang menggangguku.</p>
<p>Pertama. Tak sengaja kulihat siaran berita di Lativi. Isinya, apalagi kalau  bukan cerita tentang banjir di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur.</p>
<p>Namun bukan isi beritanya yang mengganggu.</p>
<p><span id="more-23"></span>Begini, siarang langsung dari lapangan, disampaikan oleh reporter wanita bernama Paramitha Soemantri. Anda tahu? [kita sebut saja reporternya dengan panggilan] Mitha menyampaikan berita benar-benar langsung dari lokasi banjir; secara harafiah berada di genangan banjir. Dan tak tanggung-tanggung. Banjir yang dihadapi, menggenangi badannya hingga hampir seleher!</p>
<p>Gila saja kupikir!</p>
<p>Bayangkan saja; Mitha yang terlihat menggunakan kemeja warna putih, berada di selorong gang kecil, kira-kira semeter lebarnya, dengan sisi kanan dan kirinya, padat dengan rumah. Di sekeliling tubuhnya, sampah terlihat tergenang di beberapa tempat. Ada kayu, plastik, dedaunan dsb yang berlewatan diatas permukaan air berwarna cokelat.</p>
<p>Tangan kanannya menggenggam mikrofon yang ia usahakan untuk tidak terkena air. Di tangan kirinya, beberapa carik kertas naskah yang harus ia bacakan. Saat menyampaikan isi kertas itu, iapun terlihat agak kewalahan, karena harus membaca sambil mengangkat tangan kanannya yang memegang mikrofon, dan [mungkin] sambil terus membatin &#8220;kenapa aku mau-maunya ada di sini?&#8221;.</p>
<p><i>Duh, kupikir, &#8220;kejam sekali siapapun yang memintanya melakukan reportase di lokasi itu.&#8221;</i></p>
<p>Kedua. Setelah itu, selepas beberapa kali berpindah saluran, kutemukan acara Supermama; ajang menyanyi para selebritis dengan ditemani mama mereka.</p>
<p>Terlepas dari suara-suara fals dari pesertanya, ada 1 hal lagi yang lebih  mengganggu.</p>
<p>Acara Supermama itu dipandu oleh Eko Patrio dan dimeriahkan oleh 3 orang komentator, juga dari kalangan selebriti. Sekarang ini tiba saatnya Eko memperkenalkan ketiganya. Nah, ketika giliran Ulfa Dwiyanti diperkenalkan, Eko berlagak menjadi orang yang rabun.</p>
<p><i>[percakapan ini ditulis seingatnya, namun kira-kira begini isinya]</i></p>
<p>&#8220;Inilah dia komentator kita, Mpok Ati!&#8221;<br />
Terang, Ulfa marah-marah.<br />
Penonton pun tertawa.<br />
Eko lalu meminta maaf, untuk kemudian memperkenalkan Ulfa lagi.</p>
<p>&#8220;Inilah dia, Omas!&#8221;<br />
Ulfa kembali menekuk wajahnya, tanda tak senang.<br />
Penonton kembali terbahak.<br />
&#8220;Cakepan dikit napa;&#8221; katanya.<br />
&#8220;Oh iya, rabun nih mata gw,&#8221; seraya kembali minta maaf pada Ulfa.<br />
&#8220;iya nih, ini bukan Omas. Ini lebih cakepan,&#8221; tambahnya lagi.</p>
<p>&#8220;Perkenalkan, inilah Lelasari!&#8221;</p>
<p><i>Dowgh! Geleng-geleng aku jadinya, karena tingkah kedua orang ini!</i></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritasaja.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritasaja.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritasaja.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritasaja.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritasaja.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritasaja.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritasaja.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritasaja.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritasaja.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritasaja.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritasaja.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritasaja.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritasaja.wordpress.com&blog=1854653&post=23&subd=ceritasaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritasaja.wordpress.com/2008/01/02/banjir-cemoohan-di-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86589742553feb327b998a30cb133c3d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">toso</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ah, senangnya</title>
		<link>http://ceritasaja.wordpress.com/2007/12/25/ah-senangnya/</link>
		<comments>http://ceritasaja.wordpress.com/2007/12/25/ah-senangnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Dec 2007 15:51:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>toso</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah keseharian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritasaja.wordpress.com/2007/12/25/ah-senangnya/</guid>
		<description><![CDATA[Ah, senangnya aku akhir-akhir ini. Pekerjaan sedikit demi sedikit sudah mulai terselesaikan, masa-masa tidak jelas itu sudah memasuki fase akhir, sehingga waktu-waktu berkualitas kini semakin banyak kumiliki.
Ah, senangnya bisa kembali menulis dengan produktif di dalam program notepad, membaca buku dengan santai di depan teras rumah saat hujan rintik, dan bermain gitar sambil bernyanyi malu-malu di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritasaja.wordpress.com&blog=1854653&post=22&subd=ceritasaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ah, senangnya aku akhir-akhir ini. Pekerjaan sedikit demi sedikit sudah mulai terselesaikan, masa-masa tidak jelas itu sudah memasuki fase akhir, sehingga waktu-waktu berkualitas kini semakin banyak kumiliki.</p>
<p>Ah, senangnya bisa kembali menulis dengan produktif di dalam program <i>notepad</i>, membaca buku dengan santai di depan teras rumah saat hujan rintik, dan bermain gitar sambil bernyanyi malu-malu di dalam kamar.</p>
<p>Ah, Senangnya..</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritasaja.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritasaja.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritasaja.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritasaja.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritasaja.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritasaja.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritasaja.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritasaja.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritasaja.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritasaja.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritasaja.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritasaja.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritasaja.wordpress.com&blog=1854653&post=22&subd=ceritasaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritasaja.wordpress.com/2007/12/25/ah-senangnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86589742553feb327b998a30cb133c3d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">toso</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>membaca pikiran orang lain dalam kehidupan sehari-hari</title>
		<link>http://ceritasaja.wordpress.com/2007/12/25/membaca-pikiran-orang-lain-dalam-kehidupan-sehari-hari/</link>
		<comments>http://ceritasaja.wordpress.com/2007/12/25/membaca-pikiran-orang-lain-dalam-kehidupan-sehari-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Dec 2007 14:50:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>toso</dc:creator>
				<category><![CDATA[tahukah anda?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritasaja.wordpress.com/2007/12/25/membaca-pikiran-orang-lain-dalam-kehidupan-sehari-hari/</guid>
		<description><![CDATA[Banyak anggapan bahwa membaca pikiran adalah pekerjaan seorang psikolog, paranormal atau bahkan dukun. Namun, percaya atau tidak, dalam kehidupan sehari-hari, anda semua adalah seorang pembaca pikiran. Sebab, tanpa kemampuan untuk mengetahui pikiran serta perasaan orang lain, kita semua tak akan mampu menghadapi situasi sosial semudah apapun. Dengan membaca pikiran, kita dapat membuat perkiraan tentang tingkah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritasaja.wordpress.com&blog=1854653&post=21&subd=ceritasaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Banyak anggapan bahwa membaca pikiran adalah pekerjaan seorang psikolog, paranormal atau bahkan dukun. Namun, percaya atau tidak, dalam kehidupan sehari-hari, anda semua adalah seorang pembaca pikiran. Sebab, tanpa kemampuan untuk mengetahui pikiran serta perasaan orang lain, kita semua tak akan mampu menghadapi situasi sosial semudah apapun. Dengan membaca pikiran, kita dapat membuat perkiraan tentang tingkah laku seseorang lalu membuat kita dapat menentukan keputusan berikutnya.Jika kita melakukan pembacaan ini dengan buruk, dampaknya bisa serius: konflik bisa saja terjadi akibat kesalahpahaman. Contoh yang nyata kesulitan mengenali pikiran dan perasaan orang lain—<i>mindblindness</i>, dapat dilihat pada penyandang autisme, dimana ketidakmampuan tersebut menjadi suatu kondisi yang mengganggu.</p>
<p>Kemampuan membaca pikiran ini, yang oleh <a href="http://ickes.socialpsychology.org/" target="_blank">William Ickes</a>—profesor psikologi di <i>University of Texas</i>, disebut sebagai <b><i>emphatic accuracy</i>.</b></p>
<p><span id="more-21"></span><b>Darimana asalnya?</b><br />
Kemampuan (terbatas) kita untuk membaca pikiran menurut <a href="http://coms.uconn.edu/directory/faculty/rbuck/" target="_blank">Ross Buck</a>&#8211;profesor <i>Communication Sciences</i> di <i>University of Connecticut</i>, memiliki sejarah yang amat panjang. Dikatakannya bahwa, melalui jutaan tahun evolusi, sistem komunikasi manusia berkembang menjadi lebih rumit saat kehidupan juga menjadi lebih kompleks. Membaca pikiran lantas menjadi alat untuk menciptakan dan menjaga keteraturan sosial; seperti membantu mengetahui kapan harus menyetujui sebuah komitmen dengan pasangan atau melerai perselisihan dengan tetangga.</p>
<p>Kemampuan ini sendiri <b>muncul sejak manusia dilahirkan</b>. Bayi yang baru lahir lebih menyukai wajah seseorang dibandingkan stimulus lainnya, dan bayi berusia beberapa minggu sudah mampu menirukan ekspresi wajah. Dalam 2 bulan, bayi sudah dapat memahami dan berespon terhadap keadaan emosional dari pengasuhnya. <a href="http://www.asu.edu/clas/psych/people/neisenberg.html" target="_blank">Nancy Eisenberg</a>, profesor psikologi di <i>Arizona State University</i> dan ahli dalam perkembangan emosional, menuturkan bahwa bayi berusia 1 tahun mampu mengamati ekspresi orang dewasa dan menggunakannya untuk menentukan tingkah laku berikutnya. Lanjutnya, bayi usia 2 tahun mampu menyimpulkan keinginan orang lain dari tatapan matanya, dan di usia 3 tahun, bayi dapat mengenali ekspresi wajah gembira, sedih atau marah. Saat menginjak usia 5 tahun, bayi sudah memiliki kemampuan dasar untuk membaca pikiran orang lain; mereka telah memiliki “teori pikiran.” Bayi tersebut mampu memahami bahwa orang lain memiliki pemikiran, perasaan dan kepercayaan yang berbeda dengan yang mereka miliki.</p>
<p>Anak-anak tadi mengembangkan kemampuan membaca pikiran <b>dengan mengamati pembicaraan orang dewasa</b>, dimana mereka membedakan kompleksitas aturan dan interaksi sosial. Selain itu, <b>kegiatan bermain dengan teman sebaya</b> juga dapat melatih anak untuk membaca pikiran anak lainnya. Namun, tak semua anak bisa mengembangkan kemampuan ini. <b>Anak-anak yang mengalami penelantaran dan kekerasan cenderung mengalami hambatan</b> dalam mengembangkan kemampuan membaca pikiran ini. Sebagai contoh, anak yang dibesarkan dalam keluarga yang penuh dengan kekerasan, mungkin akan jauh lebih peka terhadap ekspresi marah, walaupun sesungguhnya emosi marah tidak muncul.</p>
<p>Lanjut lagi, kemampuan membaca pikiran <b>yang lebih maju biasa muncul pada masa remaja akhir</b>. Hal ini terjadi karena kemampuan untuk menyimpan perspektif dari beberapa orang di saat yang sama—dan lalu mengintegrasikannya dengan pengetahuan kita dan orang yang bersangkutan itu—seringkali <b>membutuhkan kemampuan otak yang sudah jauh berkembang</b>.</p>
<p><b> Bagaimana Membaca Pikiran?</b><br />
<b> Membaca bahasa tubuh</b> adalah komponen inti dari membaca pikiran. Lewat bahasa tubuh, kita bisa mengetahui emosi dasar seseorang. Peneliti menemukan bahwa ketika seseorang mengamati gerak tubuh orang lain, mereka dapat mengenali emosi sedih, marah, gembira, takut dll, bahkan ketika pengamatan hanya dilakukan dengan pencahayaan yang minim.</p>
<p><b>Ekspresi wajah</b> juga merupakan penanda bagi kita untuk dapat mengetahui apa yang dipikirkan orang lain. Namun sayangnya, banyak dari kita yang tidak mampu untuk mendeteksi ekpresi ini. Salah satu sumber yang kaya akan penanda ini adalah mata seseorang; otot-otot di sekitar mata. Mata seseorang adalah sumber penanda yang paling kaya jika dibandingkan bagian lain yang ada di wajah. Contohnya: mata yang turun ketika sedih, terbuka lebar ketika takut, terlihat tidak fokus kala sedang berkhayal, menatap tajam penuh kecemburuan, atau menatap sekitarnya ketika tidak sabar.</p>
<p>Kita dapat semakin tahu pikiran orang lain dari <b>komponen-komponen dalam percakapan—kata-kata, gerak tubuh, dan nada suara</b>. Namun diantara ketiganya, Ickes menemukan bahwa isi pembicaraan menjadi komponen terpenting dalam membaca pikiran dengan baik.</p>
<p><b>Menjadi Pembaca Pikiran Ulung</b><br />
Lalu, bagaimana kita bisa menjadi seorang pembaca pikiran yang lebih baik? Tim dari <i>Psychology Today</i> telah merumuskan beberapa hal yang bisa membantu kita membaca pikiran.</p>
<p><b> Kenalilah orang lain.</b> “Kemampuan membaca pikiran akan meningkat, semakin kita mengenal lawan bicara kita,” kata William Ickes. Jika kita berinteraksi dengan seseorang selama kurang lebih sebulan, kita akan lebih mudah untuk mengenali apa yang ia pikirkan dan rasakan. Hal tersebut dapat terjadi karena: kita mampu mengartikan kata-kata dan tidakan orang lain dengan lebih tepat, setelah mengamatinya dalam berbagai situasi; kedua, kita mengetahui apa yang terjadi dalam hidup mereka, dan mampu menggunakan pengetahuan itu untuk memahami mereka dalam konteks yang lebih luas.</p>
<p><b> Minta umpan balik. </b>Penelitian menunjukkan bahwa kita dapat meningkatkan kemampuan membaca dengan cara menanyakan kebenaran dari tebakan kita. Misalnya, “Saya mendengar, sepertinya Engkau sedang marah. Benar tidak?”</p>
<p><b> Perhatikan bagian atas dari wajah.</b> Emosi yang palsu, biasanya diungkapkan pada bagian bawah wajah seseorang. Sedangkan, menurut <a href="http://w3.ouhsc.edu/neuro/faculty.htm" target="_blank">Calin Prodan</a>—profesor neurologi di <i>University of Oklahoma Health Sciences Center</i>, emosi utama bisa dilihat dari sebagian ke atas wajah, biasanya di sekitar mata.</p>
<p><b> Lebih ekspresif. </b>Ekspresivitas emosi cenderung timbal balik. Ross Buck, “semakin kita ekspresif, semakin banyak pula kita akan mendapat informasi mengenai kondisi emosional dari orang lain di sekitar kita.”</p>
<p><b> Santai.</b> Menurut <a href="http://www.laviniaplonka.com/" target="_blank">Lavinia Plonka</a>, pengarang <i>Walking Your Talk</i>, seseorang cenderung “menyamakan diri” dengan lawan bicaranya melalui postur tubuh dan pola napas. Jika anda merasa tegang, teman bicara anda bisa saja, secara tak sadar, menjadi tegang pula lalu terhambat, dan akhirnya menjadi sulit untuk dibaca. Ambillah napas panjang, senyumlah, dan coba untuk menampilkan keterbukaan dan penerimaan kepada siapapun yang bersama anda.</p>
<p><b>Tinjauan Kritis</b><br />
Perlu kita ingat, bahwa <b>ekspresi emosi bisa berbeda di berbagai budaya</b>. Ekspresi sedih di satu budaya, bisa jadi diinterpretasikan sebagai emosi lain di budaya lain. Jadi jika ingin membaca seseorang, kita perlu memperhatikan pula unsur budaya yang berlaku di tempat tinggal orang itu, jangan sampai salah menebak, atau bahkan memicu terjadinya kesalahpahaman.</p>
<p>Kita juga tak bisa mengesampingkan fenomena membaca pikiran ini sebagai sebuah fenomena yang <b>biasa  diasosisasikan dengan kemampuan supranatural</b>, sebab percaya tidak percaya, memang ada orang-orang yang memiliki kemampuan untuk membaca pikiran yang sulit dijelaskan ilmu pengetahuan. Setidaknya penulis telah menemukan beberapa orang dengan kemampuan membaca pikiran, yang bahkan mampu melihat masa depan dan berbagai macam hal yang sulit diterima nalar.</p>
<p><b>Sumber Pustaka</b></p>
<p><a href="http://www.psychologytoday.com/articles/index.php?term=pto-20070830-000002&amp;print=1" target="_blank">Mind Reading</a> &#8211; Psychology Today</p>
<p><a href="http://www.psychologytoday.com/articles/index.php?term=pto-20070925-000002&amp;print=1" target="_blank">How To Be a Better Mind Reader</a> &#8211; Psychology Today</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritasaja.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritasaja.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritasaja.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritasaja.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritasaja.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritasaja.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritasaja.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritasaja.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritasaja.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritasaja.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritasaja.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritasaja.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritasaja.wordpress.com&blog=1854653&post=21&subd=ceritasaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritasaja.wordpress.com/2007/12/25/membaca-pikiran-orang-lain-dalam-kehidupan-sehari-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86589742553feb327b998a30cb133c3d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">toso</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>mari kita bicara cinta</title>
		<link>http://ceritasaja.wordpress.com/2007/12/24/mari-kita-bicara-cinta/</link>
		<comments>http://ceritasaja.wordpress.com/2007/12/24/mari-kita-bicara-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Dec 2007 05:14:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>toso</dc:creator>
				<category><![CDATA[tahukah anda?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritasaja.wordpress.com/2007/12/24/mari-kita-bicara-cinta/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Life without love is like a tree without blossom and fruit&#8221;
Kahlil Gibran
&#160;
Cinta adalah emosi yang paling diinginkan oleh setiap manusia, kira-kira begitulah tarikan kesimpulan dari beberapa pengalaman teman-teman saya. Ada yang menjadi rajin kuliah karena ingin bertemu seseorang yang disukai. Ada yang rela menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengamati pujaan hatinya. Hingga ada yang mencoba [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritasaja.wordpress.com&blog=1854653&post=20&subd=ceritasaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div align="center">&#8220;Life without love is like a tree without blossom and fruit&#8221;</div>
<p align="center"><a href="http://www.kahlil.org/" title="kahlil.org" target="_blank"><i>Kahlil Gibran</i></a></p>
<p align="center">&nbsp;</p>
<p>Cinta adalah emosi yang paling diinginkan oleh setiap manusia, kira-kira begitulah tarikan kesimpulan dari beberapa pengalaman teman-teman saya. Ada yang menjadi rajin kuliah karena ingin bertemu seseorang yang disukai. Ada yang rela menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengamati pujaan hatinya. Hingga ada yang mencoba mengakhiri hidupnya karena putus cinta. Namun, apakah cinta itu sendiri? <b>Robert J Sternberg</b> melakukan serangkaian penelitian tentang cinta, lalu menulisnya dalam sebuah buku berjudul <i><b>The Triangle of Love</b></i> (segitiga cinta).</p>
<p><span id="more-20"></span><b>Segitiga Cinta</b><br />
Begitulah Sternberg menyebut teori yang dikembangkannya. Menurutnya cinta bisa dipahami melalui 3 komponen, yang terlihat membentuk segitiga, yaitu <i><b>intimacy </b></i>(keintiman), <i><b>passion </b></i>(hasrat) dan <b><i>commitment</i>/ <i>decision </i></b>(komitmen/ keputusan).</p>
<p><i><b>Intimacy </b></i>merujuk pada perasaan kedekatan, keterhubungan dan keterikatan dalam suatu hubungan. Sternberg dan Grajek mengidentifikasi 10 tanda keintiman dalam suatu hubungan : (1) keinginan untuk menyejahterakan orang yang dicintai, (2) merasakan kebahagiaan bersama orang yang dicintai, (3) menghargai orang yang dicintai, (4) dapat mengandalkan orang yang dicintai saat sedang membutuhkan, (5) mampu saling memahami, (6) berbagi diri serta kepemilikan dengan orang yang dicintai, (7) menerima dukungan emosional dari orang yang dicintai, (8) memberikan dukungan emosional pada orang yang dicintai, (9) mengalami komunikasi yang hangat dengan orang yang dicintai, dan (10) menilai pentingnya orang yang dicintai dalam kehidupan.</p>
<p><i><b>Passion </b></i>adalah dorongan yang berujung pada percintaan, ketertarikan fisik, hubungan seksual, dan rasa suka dalam suatu hubungan cinta. Kebutuhan seksual adalah bagian utama komponen ini, namun dalam banyak hubungan, kebutuhan akan harga diri, tergabung dengan orang lain serta aktualisasi diri, juga turut berperan di dalamnya.</p>
<p>Komponen ketiga, yaitu <b><i>commitment/decision</i><i> </i></b>terdiri dari 2 aspek; jangka pendek dan jangka panjang. Aspek jangka pendek yaitu keputusan seseorang mencintai seorang lainnya. Sedang aspek jangka panjangnya adalah komitmen untuk membina atau menjaga cinta tersebut. Dua aspek ini tak selalu muncul bersamaan, kadang keputusan untuk mencinta seseorang tak diikuti munculnya komitmen terhadap cinta tersebut. Kadang, seseorang berkomitmen terhadap cinta dari orang lain, tapi tanpa mencintai orang tersebut. Namun biasanya, keputusan untuk mencintai selalu muncul sebelum adanya komitmen.</p>
<p><b>Jenis-jenis Cinta</b><br />
Dari kombinasi ketiga komponen, akan didapatkan <b>8 jenis cinta</b> (yang menggambarkan kondisi ekstrim dari kombinasi komponen tersebut).</p>
<p><b><i>Liking </i>(suka)</b>. Rasa suka muncul saat seseorang hanya mengalami komponen <b>keintiman saja, tanpa adanya hasrat dan komitmen</b>. Istilah suka disini bukan menggambarkan perasaan terhadap seseorang yang ‘hanya lewat’ saja dalam kehidupan, namun lebih kepada perasaan dan pengalaman dalam hubungan persahabatan. Perasaan suka ini yang dialami Dewi, dalam kisah dibawah ini.</p>
<blockquote><p>Tono merasa cemburu karena Dewi lebih sering meluangkan waktu bersama-sama Riko. Ia merasa sangat terganggu dengan keberadaan Riko. Karena tak tahan lagi, Tono mengemukakan apa yang dirasanya, dan Dewi menjawab, “Tono, Kau salah. Riko adalah sahabatku. Aku suka bersamanya, beraktivitas dengannya, berbincang dengannya. Tapi Aku tidak cinta padanya. Aku tidak berencana menghabiskan hidupku dengannya. Ia hanya temanku, dan tak lebih dari itu.“</p></blockquote>
<p><i><b>Infatuated  </b></i><b>(tergila-gila)</b>. Cinta jenis inilah yang sering disebut sebagai cinta pada pandangan pertama. Cinta ini juga yang nantinya akan memunculkan obsesi terhadap orang yang dicintai, sebagai obyek yang diidealkan, bukan sebagai dia yang sebenarnya. Cinta ini muncul dari dorongan <b>hasrat tanpa ada keintiman dan keputusan/komitmen</b>.  Karena itu, secepat cinta ini bisa muncul, secepat itu pula ia bisa menghilang. Berikut ilustrasinya :</p>
<blockquote><p> Joni selalu duduk di belakang Rini di kelas statistik. Sejujurnya, Joni sangat tidak suka dengan pelajaran statistik, namun tidak terhadap Rini; Joni benar-benar tergila-gila kepadanya. Selama kuliah statistik, Joni lebih sering memandangi Rini ketimbang papan tulis. Rini pun sadar akan hal itu dan kini ia mulai merasa terganggu karenanya. Tiap kali Joni mencoba mengajaknya bercakap-cakap, Rini selalu menghindar. Namun Joni tak patah arang. Sekarang Ia lebih sering memikirkan Rini serta cara untuk mendekatinya, daripada memikirkan pelajaran.</p></blockquote>
<p><b><i>Empty love</i> (cinta kosong)</b>.  Cinta seperti ini berasal dari <b>komitmen untuk mencintai seseorang tanpa adanya keintiman dan hasrat</b>. <i>Empty love</i> biasa ditemui pada hubungan yang sudah berjalan dalam waktu yang lama dan sudah kehilangan keterlibatan emosional dan ketertarikan fisik. Pasangan yang dijodohkan juga bisa mengalami hal semacam ini. Kita lihat contohnya :</p>
<blockquote><p> Wahyu dan Dian telah menikah selama 28 tahun. Dian sendiri telah berpikir untuk bercerai, namun Ia selalu menahan keinginan tersebut, karena takut tak bisa hidup sendiri setelah perceraian. Menurut Dian, Wahyu selalu sibuk dengan kerja. Hasrat yang dulu mereka pernah rasakan, entah mengapa kini menghilang. Mereka juga jarang berbicara akrab lagi. Dian merasa hidupnya akan sepenuhnya kosong jika tidak ada anak-anak mereka.</p></blockquote>
<p><b><i>Romantic love</i><i> </i>(cinta romantis)</b>. Cinta romantis muncul dari kombinasi antar <b>komponen keintiman dan hasrat</b>. Pasangan yang sedang berada dalam cinta jenis ini merasa terhanyut satu sama lain secara fisik dan emosional, dan komitmen menjadi hal yang tidak dipentingkan. Biasanya, pasangan telah menyadari bahwa komitmen merupakan hal yang tidak mungkin terjadi atau bisa dibicarakan di masa depan. Contoh paling terkenal adalah kisah cinta <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Romeo_Juliet" title="Romeo dan Juliet" target="_blank">Romeo dan Juliet</a>. Berikut contoh kisah lainnya :</p>
<blockquote><p> Rani dan Roy bertemu di tahun akhir SMU mereka. Awalnya, mereka berdua adalah sahabat dekat, namun lama kelamaan hubungan pun mulai bergeser menjadi hubungan yang lebih romantis. Di satu sisi, mereka menyenangi setiap waktu yang dihabiskan berdua. Di sisi lainnya, mereka belum siap untuk berkomitmen. Mereka berdua merasa masih terlalu muda untuk menetapkan pilihan. Akhirnya mereka pun terpisah, sebab Rani diterima kuliah di sebuah universitas di Depok, sedangkan Roy harus berkuliah di daerah Semarang. Setelah beberapa lama mereka terpisah, hubungan itu pun berakhir.</p></blockquote>
<p><b><i>Companionate love</i> (cinta persahabatan)</b>. Jenis ini muncul dari kombinasi antara <b>keintiman dengan komitmen</b>. Cinta ini pada dasarnya adalah sebuah komitmen persahabatan jangka panjang, yang biasa muncul dalam pernikahan dimana ketertarikan fisik (sebagai sumber utama hasrat) sudah menghilang. Kebanyakan cinta romantis akan berujung pada cinta sahabat, ketika hasrat mulai menghilang dan tergantikan oleh komitmen yang kuat. Ini ilustrasi contohya :</p>
<blockquote><p> Susi dan Anwar telah menikah selama 20 tahun. Mereka telah melalui banyak pengalaman dalam rumah tangga; Anwar yang beberapa kali pindah kerja, Susi mengalami sakit parah, hingga menyaksikan teman-teman yang bercerai. Mereka juga memiliki banyak teman, namun mereka berdua menganggap pasangannya lah teman yang terbaik, yang bisa diandalkan saat dibutuhkan. Baik Susi maupun Anwar, kini tak lagi ada yang merasakan hasrat dalam hubungan pernikahan. Namun mereka tak pernah ‘mencari’ yang lain, sebab telah menemukan yang terpenting bagi mereka : mereka bisa berbicara atau melakukan apa saja tanpa takut akan mendapat kecaman dari pasangannya.</p></blockquote>
<p><i><b>Fatuous love</b></i>. Diterjemahkan sebagai cinta yang bodoh, berasal dari kombinasi <b>hasrat dan komitmen tanpa keintiman</b>. Cinta seperti ini sangat rentan akan masalah. Ketika hasrat mulai hilang, yang tersisa hanyalah komitmen, namun bukan yang telah teruji, melainkan komitmen yang baru seumur jagung usianya. Cinta jenis ini sering diasosiasikan dengan kehidupan pesohor di <i>Hollywood</i>, dimana pasangan bertemu, bertunangan tak lama setelah itu, menikah, lalu bercerai berapa lama kemudian. Contoh lain lagi :</p>
<blockquote><p> Kris dan Ane bertemu saat sedang berlibur di Bali. Keduanya baru mengalami kegagalan dalam hubungan percintaan; Kris baru membatalkan pertunangan, setelah sebelumnya dipecat dari pekerjaan, dan Ane baru bercerai, setelah mendapati suaminya berselingkuh. Keduanya sedang merasa sangat membutuhkan cinta, dan ketika bertemu, mereka seperti menemukan jodohnya. Mereka berdua melihat pertemuan ini sebagai jawaban atas kebutuhan mereka. Mereka pun lalu menikah di Bali. Setelah pulang liburan, mereka baru mulai mengenali diri pasangannya, dan mulai menemukan perbedaan-perbedaan lalu mengalami masalah. Ane ternyata tidak bisa menerima Kris yang seorang penulis puisi dengan penghasilan minim. Ane ingin mengurus rumah tangga dan Kris bekerja untuk menafkahinya, sedangkan Kris ingin Ane agar bekerja pula sehingga kebutuhan mereka tercukupi.</p></blockquote>
<p><b><i>Consummate love</i> (cinta utuh)</b>. Ketika <b>ketiga komponen ada</b>, muncullah cinta yang ingin dicapai oleh sebagian besar dari kita ini. Mencapai cinta yang utuh bisa menjadi hal yang sulit, namun lebih sulit lagi untuk menjaganya.</p>
<blockquote><p> Tri dan Sari dilihat teman-temannya sebagai pasangan yang sempurna. Mereka merasa dekat satu sama lain, masih menikmati seks yang menyenangkan-walau telah 15 tahun menikah, serta tak bisa membayangkan kehidupan bersama dengan orang lainnya. Mereka telah melewati beberapa badai dalam perkawinan, dan merasa bahagia dengan hubungan serta pasangannya.</p></blockquote>
<p><b><i>Nonlove</i>.</b> <b>Absennya ketiga komponen </b>akan memunculkan <i>nonlove</i>. Hubungan antar pribadi kita; interaksi dengan orang sekitar,  masuk dalam golongan ini. Begini gambarannya:</p>
<blockquote><p> Martin setiap hari melihat Ria, sekretarisnya, sedang bekerja. Mereka berinteraksi satu sama lain secara profesional, dan tak ada yang merasa suka satu dengan yang lain. Mereka juga tak merasakan kenyamanan ketika berbicara tentang masalah pribadi, sehingga mereka sengaja hanya berhubungan untuk masalah pekerjaan.</p></blockquote>
<p><b>Berikut gambar segitiga cinta menurut Sternberg :<br />
</b></p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://content.answers.com/main/content/wp/en/6/62/Triangular_Theory_of_Love_Image.gif" height="242" width="302" /></p>
<p><b>Komentar</b><br />
Sternberg mengakui bahwa ada beberapa 3 pertanyaan yang belum terjawab dalam teorinya. Pertama, bagaimana cinta anak kepada orang tua dan orang tua terhadap anak? Kedua, apakah yang membuat seseorang tertarik terhadap orang lain dan bagaimana mereka menjaga rasa ketertarikan tersebut? Ketiga, seperti apa strategi untuk mencapai suatu hubungan yang baik?</p>
<p><b>Penutup<br />
</b>Setelah mengenali jenis-jenis cinta, kira-kira cinta jenis apa yang sedang Anda alami? Apakah Anda sedang naksir dengan seseorang? Sedang ‘tergila-gila dengan seseorang? Sedang dalam mengalami <i>non love</i>? Atau bahkan sudah mencapai cinta yang utuh?</p>
<p>*Ilustrasi diadaptasi dari Sternberg (1987).</p>
<p><b>Sumber Bacaan</b><br />
Sternberg, Robert J.<i> Triangulating Love</i>; dalam Sternberg, Robert J &amp; Barnes, Michael (Editor). <i>The Psychology of Love</i>. 1988. New Haven : Yale University Press.<br />
Sternberg, Robert J. <i>The Triangle of Love</i>. 1987. New York : Basic Books, inc.</p>
<p>Bisa dibaca juga di <a href="http://popsy.wordpress.com" target="_blank"><i><b>Popsy! Jurnal Psikologi Populer<br />
</b></i></a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritasaja.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritasaja.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritasaja.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritasaja.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritasaja.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritasaja.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritasaja.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritasaja.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritasaja.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritasaja.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritasaja.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritasaja.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritasaja.wordpress.com&blog=1854653&post=20&subd=ceritasaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritasaja.wordpress.com/2007/12/24/mari-kita-bicara-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86589742553feb327b998a30cb133c3d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">toso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://content.answers.com/main/content/wp/en/6/62/Triangular_Theory_of_Love_Image.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>derita penjajah kita</title>
		<link>http://ceritasaja.wordpress.com/2007/12/23/derita-penjajah-kita/</link>
		<comments>http://ceritasaja.wordpress.com/2007/12/23/derita-penjajah-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Dec 2007 12:40:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>toso</dc:creator>
				<category><![CDATA[tahukah anda?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritasaja.wordpress.com/2007/12/23/derita-penjajah-kita/</guid>
		<description><![CDATA[Tiga ratus lima puluh tahun bangsa kita dijajah oleh bangsa Belanda. Dua abad lebih VOC mengambil kekayaan alam Indonesia. Mungkin dua generasi lebih penduduk lokal, telah merasakan penderitaan berada di bawah kendali Belanda.
Namun, ternyata tak hanya bangsa kita yang menderita lho. Orang-orang Belanda yang tinggal di Batavia pada abad 17 pun mengalami penderitaan juga.
Hidup mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritasaja.wordpress.com&blog=1854653&post=19&subd=ceritasaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tiga ratus lima puluh tahun bangsa kita dijajah oleh bangsa Belanda. Dua abad lebih <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dutch_East_India_Company" target="_blank">VOC </a>mengambil kekayaan alam Indonesia. Mungkin dua generasi lebih penduduk lokal, telah merasakan penderitaan berada di bawah kendali Belanda.</p>
<p>Namun, ternyata tak hanya bangsa kita yang menderita <i>lho</i>. Orang-orang Belanda yang tinggal di Batavia pada abad 17 pun mengalami penderitaan juga.</p>
<p><span id="more-19"></span>Hidup mereka penuh dengan cobaan yang tidak nyaman dan tak henti. Tubuh mereka sangat rentan terhadap penyaki-penyakit tropis, seperti malaria, kolera dan demam berdarah dengue. Selain itu mereka juga takut pada udara, yang dicurigai membawa kuman-kuman penyakit. Ditambah lagi, saat sarapan pagi, mereka harus menutup jendela dan pintu rapat-rapat untuk mencegah masuknya bau busuk yang berhembus dari arah pantai. Tahu sebabnya? Karena orang-orang lokal seringkali buang air besar di pantai. Belum lagi, pintu dan jendela itu harus kembali ditutup kembali di sore hari untuk menghindari nyamuk yang bakal menyerang!</p>
<p>Dan satu lagi, bagaimana jika mereka merasa kangen dengan kampung halaman mereka yang berada nun jauh disana? Tentu itu menjadi penderitaan juga bagi mereka. Sampai-sampai mereka membuat Amsterdam-Leiden-Delft-Utrecht mini di Batavia; dengan mendirikan bangunan berpekarangan yang dibentengi dan dilengkapi menara-menara meriam, pecinan, sederet gedung, sekolah kecil lengkap dengan teras, jalan-jalan, selokan-selokan, dan tak lupa kedai minum.</p>
<p>*Ckckck, ternyata oh ternyata*</p>
<p><b>Sumber Pustaka</b><br />
Winchester, Simon. Krakatau; Ketika Dunia Meledak, 27 Agustus 1883. 2006. Jakarta : Serambi.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritasaja.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritasaja.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritasaja.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritasaja.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritasaja.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritasaja.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritasaja.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritasaja.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritasaja.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritasaja.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritasaja.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritasaja.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritasaja.wordpress.com&blog=1854653&post=19&subd=ceritasaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritasaja.wordpress.com/2007/12/23/derita-penjajah-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86589742553feb327b998a30cb133c3d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">toso</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>bermain-main di sungai saat banjir</title>
		<link>http://ceritasaja.wordpress.com/2007/12/21/bermain-main-di-sungai-saat-banjir/</link>
		<comments>http://ceritasaja.wordpress.com/2007/12/21/bermain-main-di-sungai-saat-banjir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Dec 2007 01:10:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>toso</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah keseharian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritasaja.wordpress.com/2007/12/21/bermain-main-di-sungai-saat-banjir/</guid>
		<description><![CDATA[Kamis, 20 Desember 2007, hujan sepertinya sedang sibuk mengguyur Jakarta. Setidaknya di dua daerah yang kukunjungi hari itu; Hayam Wuruk dan Ciganjur. Seorang temanku pun merasakan kengerian ketika melihat hujan yang disertai langit yang berwarna abu-abu. &#8220;Makin parah ya, Global Warming?&#8221; Maklum, ia salah satu aktivis kampanye tentang pemanasan global, dan menganggap cuaca hari itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritasaja.wordpress.com&blog=1854653&post=18&subd=ceritasaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kamis, 20 Desember 2007, hujan sepertinya sedang sibuk mengguyur Jakarta. Setidaknya di dua daerah yang kukunjungi hari itu; Hayam Wuruk dan Ciganjur. Seorang temanku pun merasakan kengerian ketika melihat hujan yang disertai langit yang berwarna abu-abu. &#8220;Makin parah ya, Global Warming?&#8221; Maklum, ia salah satu aktivis kampanye tentang pemanasan global, dan menganggap cuaca hari itu sebagai salah satu dampaknya.</p>
<p>Berbicara tentang hujan deras di Jakarta, tentu saja, konsekuensi logis yang selalu muncul, tak lain dan tak bukan adalah banjir. Di beberapa bagian ibukota genangan air, entah darimana asalnya, mulai bermunculan; di jalan-jalan utama, gang-gang kecil, rumah warga, hingga sungai yang meluap.</p>
<p>Tentang sungai yang meluap, aku punya satu cerita, hasil pengamatanku. Mungkin lucu, mungkin juga tidak.</p>
<p><span id="more-18"></span>Sore hari, setelah aku pulang dari Hayam Wuruk, langsung aku berangkat lagi menuju rumah seorang teman di dekat rumah. Ketika dalam perjalanan, ku melihat di samping kiriku; sungai selebar 2 meter terlihat penuh terisi dengan air berwarna coklat.</p>
<p>Di dekat salah satu jembatan yang ada di sungai itu, kulihat empat anak sedang bermain di sungai. Semuanya kira-kira seusia anak kelas 3 atau 4 sekolah dasar. Dua anak yang bertelanjang dada, menceburkan diri ke sungai. Dari sini aku bisa memperkirakan kedalaman sungainya. Jika anak-anak tersebut kurang lebih bertinggi 1 meter, dan ketika  menceburkan diri, permukaan air sungai mencapai pangkal paha mereka, maka sungai tersebut berkedalaman kurang lebih 50 sentimeter.  Dan dengan kedalaman 50 senti itu, sungai tak lagi mampu menampung air lagi. Akibatnya, air pun mulai tumpah ke jalan.</p>
<p>Satu diantara anak itu sedang mendorong sesuatu barang, yang mungkin sebuah rakit bikinan mereka sendiri; <i>home made</i> rakit <i>lah</i>. Rakit itu terdiri dari 4 buah batang bambu yang diikat menjadi satu. Entah apa yang hendak dilakukan anak itu terhadap rakitnya. Mungkin ia ingin menaikinya atau apapun yang bisa dilakukannya.</p>
<p><i>*Membuatku teringat masa-masa keemasanku bermain hujan di sungai*</i></p>
<p>Satu anak lagi terlihat mengamati rekannya itu, sambil sesekali menciprati kedua temannya yang berdiri di jembatan.</p>
<p>Selepas beberapa saat, kendaraan yang membawaku pun bergerak maju, dan meninggalkan pemandangan keempat anak tersebut.</p>
<p>Tak jauh dari situ, di sebuah jembatan lain, kulihat seorang anak kecil lainnya. Tingginya kurang lebih, separuh dari anak-anak sebelumnya. Ia mengenakan kaos dengan  celana panjang dan sedang berdiri menghadap ke arah sungai yang mengalir menjauh darinya.</p>
<p>Hal yang tak kusangka sebelumnya, ternyata dilakukan anak itu. Sambil berlinangan air  hujan yang turun rintik, tiba-tiba ia membuka kancing celananya, menurunkan retsleting lalu mengeluarkan kemaluannya.</p>
<p><i>Waduh</i>! Anak itu ternyata langsung membuang air kecil ke dalam sungai itu. <i>Lah</i>! Lalu bagaimana dengan anak-anak yang sedang bermain di sungai tadi? <i>Duh</i>, tak tahu lah bagaimana rasanya. Malas aku memikirkan dan membayangkan apa yang akan terjadi kemudian.</p>
<p>Tapi, selama mereka tak tahu apa yang terjadi, mungkin hal tersebut tidak akan jadi masalah.</p>
<p>*<i>Hahahahaha</i>*</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritasaja.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritasaja.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritasaja.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritasaja.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritasaja.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritasaja.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritasaja.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritasaja.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritasaja.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritasaja.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritasaja.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritasaja.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritasaja.wordpress.com&blog=1854653&post=18&subd=ceritasaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritasaja.wordpress.com/2007/12/21/bermain-main-di-sungai-saat-banjir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86589742553feb327b998a30cb133c3d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">toso</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>mengajarkan arti &#8220;gelengan&#8221; pada anjing</title>
		<link>http://ceritasaja.wordpress.com/2007/12/18/mengajarkan-tidak-pada-anjing/</link>
		<comments>http://ceritasaja.wordpress.com/2007/12/18/mengajarkan-tidak-pada-anjing/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Dec 2007 15:35:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>toso</dc:creator>
				<category><![CDATA[tahukah anda?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritasaja.wordpress.com/2007/12/18/mengajarkan-tidak-pada-anjing/</guid>
		<description><![CDATA[Di rumah, Aku memelihara seekor anjing jantan. Badannya didominasi bulu coklat ditambah lumayan lebat, dengan bulu hitam di beberapa bagian. Kakinya pendek sehingga badannya terlihat agak memanjang. Ia diberi nama Bringgo.
Secara tak disengaja aku telah melakukan eksperimen kecil-kecilan terhadapnya. Seperti ini kisahnya :
Pagi hari, setelah menghabiskan makan, aku biasa menyisakan tulang ayam atau tulang apapun, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritasaja.wordpress.com&blog=1854653&post=17&subd=ceritasaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Di rumah, Aku memelihara seekor anjing jantan. Badannya didominasi bulu coklat ditambah lumayan lebat, dengan bulu hitam di beberapa bagian. Kakinya pendek sehingga badannya terlihat agak memanjang. Ia diberi nama Bringgo.</p>
<p>Secara tak disengaja aku telah melakukan eksperimen kecil-kecilan terhadapnya. Seperti ini kisahnya :</p>
<p>Pagi hari, setelah menghabiskan makan, aku biasa menyisakan tulang ayam atau tulang apapun, untuk kuberikan pada Bringgo. Ku keluar pintu rumah, lalu kulempar tulang itu ke arahnya, dan ia pun makan dengan lahapnya. Kebiasaan itu sempat kuulangi selama beberapa hari.</p>
<p>Setelah beberapa hari, tiap kali aku keluar rumah di pagi hari tanpa membawa makanan, Bringgo pun menghampiri dengan ekor mengibas dan lidah menjulur.</p>
<p>Bagaimana bisa Bringgo menampilkan tingkah laku seperti itu dan bagaimana menguranginya?</p>
<p><span id="more-17"></span>Intinya adalah pada munculnya <strong>konsekuensi</strong>.</p>
<p>Pada kisah ini, keluarnya aku di pagi hari, menimbulkan <strong>konsekuensi positif </strong>bagi Bringgo : dia <strong>mendapatkan sesuatu yang dia suka, yaitu makanan</strong>. Karena kebiasaan memberi makan di pagi hari tersebut sempat kuulangi dalam beberapa hari, Bringgo pun sudah <strong>bisa membuat hubungan : antara keluarnya aku  dan munculnya makanan</strong>. Hal ini yang menyebabkan <strong>tiap kali aku keluar rumah di pagi hari, Bringgo lalu menghampiri</strong>, seperti &#8220;berharap&#8221; mendapatkan makanan.</p>
<p>Untuk menghentikan kebiasaannya mendatangiku di pagi hari, kuputuskan membuat percobaan kecil-kecilan. <strong>Aku ingin agar Bringgo meninggalkanku ketika aku keluar </strong><strong>dan menggeleng padanya di pagi hari</strong>.</p>
<p>Seperti ini caraku :</p>
<p>Pagi-pagi aku keluar rumah. Bringgo yang telah menanti, seperti dugaanku, datang mendekatiku dengan ekor mengibas dan lidah menjulur. Saat ia sudah ada di depanku, segera <strong>kugelengkan kepalaku beberapa kali, kemudian ku tinggalkan ia tanpa kuberi makanan.</strong></p>
<p>Keesokan harinya, kulakukan hal yang serupa.</p>
<p>Namun, 2 hari setelahnya, ketika ku keluar, Bringgo kuberikan makanan. Dan saat ini, aku tidak menggeleng. Esoknya, aku menggeleng pada Bringgo dan tak memberinya makanan.</p>
<p>Hasilnya, sekarang <strong>tiap kali aku menggelengkan kepalaku, Bringgo segera diam dan pergi ke tempat lain.</strong></p>
<p>Bagaimana ini bisa terjadi?</p>
<p>Kembali, intinya adalah konsekuensi.</p>
<p>Ketika Bringgo menghampiriku, <strong>aku tidak memberikan yang dia suka : makanan</strong>. Hal ini merupakan &#8220;<strong>hukuman</strong>&#8221; baginya. Dan &#8220;hukuman&#8221; ini yang berfungsi untuk mengurangi tingkah laku &#8220;mendekati&#8221; tadi.</p>
<p>Namun aku sesekali memberikannya makanan. Hal ini berfungsi <strong>untuk mencegah hilangnya tingkah laku &#8221; mendekati&#8221;</strong> dan membuat Bringgo <strong>semakin &#8220;memahami&#8221; arti &#8220;gelenganku&#8221;</strong>.</p>
<p>Hal yang perlu diingat bahwa setiap <strong>anjing memiliki kemampuan yang berbeda dalam &#8220;menghubungkan&#8221;</strong> satu tingkah laku dengan tingkah laku lainnya, sehingga perlu waktu yang berbeda pula, jika kita ingin mengajarkan sesuatu perilaku. Pengajaran bisa dibilang berhasil, <strong>ketika anjing kita sudah bisa menampilkan perilaku yang kita inginkan</strong>, bukan berdasarkan banyaknya waktu yang dihabiskan untuk mengajarinya.</p>
<p>Selamat bereksperimen dengan anjing Anda.</p>
<p><strong>Bacaan lebih lanjut :</strong></p>
<p>Wikipedia &gt; <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Operant_conditioning" target="_blank">Operant Conditioning</a></p>
<p><a href="http://www.dogmanners.com/conditioning.html" target="_blank">Dogmanners.com</a></p>
<p><a href="http://life.familyeducation.com/dogs/pet-training/47280.html" target="_blank">Pet Training for Dogs. </a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritasaja.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritasaja.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritasaja.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritasaja.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritasaja.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritasaja.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritasaja.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritasaja.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritasaja.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritasaja.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritasaja.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritasaja.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritasaja.wordpress.com&blog=1854653&post=17&subd=ceritasaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritasaja.wordpress.com/2007/12/18/mengajarkan-tidak-pada-anjing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86589742553feb327b998a30cb133c3d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">toso</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>krakatau? kagak tau..</title>
		<link>http://ceritasaja.wordpress.com/2007/12/18/krakatau-kagak-tau/</link>
		<comments>http://ceritasaja.wordpress.com/2007/12/18/krakatau-kagak-tau/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Dec 2007 03:19:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>toso</dc:creator>
				<category><![CDATA[tahukah anda?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritasaja.wordpress.com/2007/12/18/krakatau-kagak-tau/</guid>
		<description><![CDATA[Anda tentu tahu dengan Gunung Krakatau atau Krakatoa, yang meletus dengan dahsyatnya pada 27 Agustus 1883. Namun tahukah anda darimana nama Krakatau itu muncul?
Ada beberapa spekulasi tentang nama Krakatau itu.
Pertama, Guy Tachard, seorang pastor Jesuit Perancis yang pernah beberapa kali melewati gunung itu, menulis dalam buku hariannya.
&#8220;Kami telah dua kali melewati pulau cacatoua, yang disebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritasaja.wordpress.com&blog=1854653&post=16&subd=ceritasaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Anda tentu tahu dengan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Krakatau" target="_blank"><strong>Gunung Krakatau</strong> atau <strong>Krakatoa</strong></a>, yang meletus dengan dahsyatnya pada 27 Agustus 1883. Namun tahukah anda darimana nama Krakatau itu muncul?</p>
<p><span id="more-16"></span>Ada beberapa spekulasi tentang nama Krakatau itu.</p>
<p><strong>Pertama</strong>, Guy Tachard, seorang pastor Jesuit Perancis yang pernah beberapa kali melewati gunung itu, menulis dalam buku hariannya.</p>
<p>&#8220;Kami telah dua kali melewati pulau <strong><em>cacatoua</em></strong>, yang disebut demikian karena burung-burung putih yang hidup di pulau itu, tidak henti-hentinya mengicaukan nama <em>cacatoua</em>.&#8221;</p>
<p><strong>Kedua</strong>, Krakatau sebenarnya berasal salah satu dari tiga buah kata dari bahasa Sansekerta; <strong><em>karta-karkata</em>, <em>karkataka</em></strong>, atau <strong><em>rakata </em></strong>yang artinya <strong>&#8220;<em>udang</em>&#8221; </strong>atau <strong>&#8220;<em>kepiting</em>&#8220;, </strong>dan kata-kata melayu <strong><em>Kelakatoe </em></strong>yang artinya &#8220;<strong><em>semut putih yang bisa terbang</em>&#8220;</strong>. Ketiga hewan tersebut, disinyalir pernah mendiami pulau tersebut.</p>
<p><strong>Terakhir</strong>, berasal dari teori seorang kapten kapal dari India. Ia menanyakan kepada seorang tukang perahu lokal, &#8220;apa nama gunung runcing yang ada di sana itu?&#8221;, sambil menudingkan telunjuknya ke arah gunung itu.  Dengan spontan pun dijawab oleh tukang perahu tersebut, <strong>&#8220;<em>kagak tau</em>.&#8221;</strong></p>
<p><strong>Sumber Pustaka</strong><br />
Winchester, Simon. Krakatau; Ketika Dunia Meledak, 27 Agustus 1883. 2006. Jakarta : Serambi.</p>
<p>Wikipedia : <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Krakatau" target="_blank">Krakatau</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritasaja.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritasaja.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritasaja.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritasaja.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritasaja.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritasaja.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritasaja.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritasaja.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritasaja.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritasaja.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritasaja.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritasaja.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritasaja.wordpress.com&blog=1854653&post=16&subd=ceritasaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritasaja.wordpress.com/2007/12/18/krakatau-kagak-tau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86589742553feb327b998a30cb133c3d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">toso</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>